Powered By Blogger

Senin, 07 Mei 2012

Kanker Serviks



 
 Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang membuat kanker leher rahim fokus pengamatan menggunakan Pap Smear. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim.


Perawatan termasuk operasi  pada stadium awal, dan kemoterapi dan/atau radioterapi pada stadium akhir penyakit.

Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksinasi. Di negara maju, kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya program deteksi dini melalui pap smear. Vaksin HPV akan diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan ke nol, satu, dan enam. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun.

Pencegahan & Perawatan:

Sel Kanker di tubuh kita berkembang setiap harinya, sistem imun kitalah yang mampu menjaga kondisi tubuh kita untuk tetap sehat, namun jika sistem imun kita tidak mampu melawan sel kanker tersebut, saat itulah kanker serviks atau kanker lainnya menyerang tubuh kita. Bagaimana pencegahan dan perawatannya? Satu-satunya cara adalah dengan meningkatkan kecerdasan imun kita, meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. Satu-satunya produk di dunia yang mampu meningkatkan sistem imun kita hingga mencapai 437% sekaligus mendidik dan menenangkan sistem imun hanyalah TRANSFER FACTOR. Kehebatan Transfer Factor telah diakui oleh negara Rusia sehingga digunakan di seluruh Rumah Sakit dan Klinik di Rusia, selain itu Transfer Factor juga sudah masuk ke BUku Rujukan Dokter di Amerika (PDR) sejak tahun 2003 sampai sekarang yang menandakan bahwa produk ini aman dan tanpa efek samping yang dikeluhkan oleh penggunanya. BUkan hanya di Rusia dan Amerika, Transfer Factor telah mendapat pengakuan di lebih dari 52 negara di dunia akan manfaatnya bagi kesehatan manusia.

Untuk pengobatan dan pencegahan Kanker Serviks gunakanlah :

TRANSFER FACTOR ADVANCE
TRANSFER FACTOR ADVANCE



-TRANSFER FACTOR PLUS-





TRANSFER FACTOR RIOVIDA
TRANSFER FACTOR RIOVIDA

.

HIV / AIDS





Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV; atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

Berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus, fungi dan parasit, yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik; seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta penurunan berat badan. Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS, juga tergantung pada tingkat kekerapan terjadinya infeksi tersebut di wilayah geografis tempat hidup pasien.

AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. HIV adalah retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia, seperti sel T CD4+ (sejenis sel T), makrofag, dan sel dendritik. HIV merusak sel T CD4+ secara langsung dan tidak langsung, padahal sel T CD4+ dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. Bila HIV telah membunuh sel T CD4+ hingga jumlahnya menyusut hingga kurang dari 200 per mikroliter (µL) darah, maka kekebalan di tingkat sel akan hilang, dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS. Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis, kemudian timbul gejala infeksi HIV awal, dan akhirnya AIDS; yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah sel T CD4+ di dalam darah serta adanya infeksi tertentu.

Tanpa terapi antiretrovirus, rata-rata lamanya perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS ialah sembilan sampai sepuluh tahun, dan rata-rata waktu hidup setelah mengalami AIDS hanya sekitar 9,2 bulan. Namun demikian, laju perkembangan penyakit ini pada setiap orang sangat bervariasi, yaitu dari dua minggu sampai 20 tahun. Banyak faktor yang mempengaruhinya, diantaranya ialah kekuatan tubuh untuk bertahan melawan HIV (seperti fungsi kekebalan tubuh) dari orang yang terinfeksi. Orang tua umumnya memiliki kekebalan yang lebih lemah daripada orang yang lebih muda, sehingga lebih beresiko mengalami perkembangan penyakit yang pesat. Akses yang kurang terhadap perawatan kesehatan dan adanya infeksi lainnya seperti tuberkulosis, juga dapat mempercepat perkembangan penyakit ini. Warisan genetik orang yang terinfeksi juga memainkan peran penting. Sejumlah orang kebal secara alami terhadap beberapa varian HIV. HIV memiliki beberapa variasi genetik dan berbagai bentuk yang berbeda, yang akan menyebabkan laju perkembangan penyakit klinis yang berbeda-beda pula. Terapi antiretrovirus yang sangat aktif akan dapat memperpanjang rata-rata waktu berkembangannya AIDS, serta rata-rata waktu kemampuan penderita bertahan hidup.

Solusi yang dapat dilakukan:

Untuk mengalahkan virus AIDS ini, maka dibutuhkan sistem kekebalan tubuh yang kuat, TRANSFER FACTOR merupakan satu-satunya produk di dunia yang mampu Meningkatkan Sistem Imun Hingga 437% sekaligus mendidik dan menenangkan sistem imun.

Untuk perawatan HIV/AIDS gunakan produk-produk Transfer Factor seperti berikut ini:
TRANSFER FACTOR ADVANCE http://7470467.4life.com/
TRANSFER FACTOR ADVANCE
TRANSFER FACTOR PLUS http://7470467.4life.com/
TRANSFER FACTOR PLUS
TRANSFER FACTOR RIOVIDA http://7470467.4life.com/
TRANSFER FACTOR RIOVIDA

.

Alergi


.
Alergi -- http://thetransferfactorindonesia.com
 
Alergi merupakan suatu reaksi abnormal dalam tubuh yang disebabkan zat-zat yang tidak berbahaya. Alergi timbul bila ada kontak terhadap zat tertentu yang biasanya, pada orang normal tidak menimbulkan reaksi. Zat penyebab alergi ini disebut allergen.

Gejala yang mungkin terjadi akibat alergi adalah:

  • rasa gatal pada tenggorokan; gatal pada mulut;
  • gatal pada mata; gatal pada kulit atau bagian tubuh lainnya;
  • sakit kepala; hidung tersumbat atau hidung meler;
  • sesak napas;
  • bengek;
  • kesulitan menelan;
  • mendadak pilek dan bersin-bersin,
  • dll.

Solusi perawatan alergi adalah mengkonsumsi :

4Life Transfer Factor Advance

.

Kista


Kista, berarti kantong abnormal yang berisi cairan abnormal di seluruh tubuh. Jadi sebenarnya kista tak hanya bisa tumbuh di indung telur atau di ujung saluran telur (fimbria) namun juga di kulit, paru-paru, usus bahkan otak. Bila produksi cairan di dalam kantong kista bertambah maka kista pun akan membesar. Lambat laun kantong kista menipis dan sangat mungkin pecah.

Faktor pemicu kista saat ini banyak sekali, di antaranya pencemaran udara akibat debu dan asap pembakaran kendaraan atau pabrik. Asap kendaraan, misalnya, mengandung dioksin yang dapat memperlemah daya tahan tubuh, termasuk daya tahan seluruh selnya.
Kalau dalam satu keluarga seperti adik ibu, yang mengidap miom, atau adiknya menderita endometriosis maka gampang ditebak bahwa yang bersangkutan punya bakat kista endometriosis. Makanan yang mengandung lemak tinggi pun bisa menjadi zat penyubur tumbuhnya kista.
Secara sederhana kista dapat dibedakan berdasarkan isinya:

* Kista serosum
Kista ini berisi cairan bening yang bentuk dan warnanya seperti air perasan kunyit. Bila bersarang di indung telur maka kista ini mudah pecah. Jenis kista ini sering berubah menjadi penyakit ganas (disebut kanker) indung telur atau kanker ovarium. Proses pembesaran kista serosum sangat dipengaruhi siklus haid karena saat haid terjadilah penambahan jumlah cairan dalam indung telur.
Hormon estrogen yang meningkat saat kehamilan juga memicu pembesaran kista. “Umumnya kista berbentuk seperti buah yang bertangkai. Bila kehamilan makin besar, maka rahim yang membesar karena pertumbuhan janin akan mendesak kista itu. Akibatnya, bisa saja tangkai kista terpuntir. Keadaan ini disebut torsi yang merupakan kasus darurat karena penderita akan mengalami sakit yang sangat. Untuk mencegah terjadinya torsi, begitu ditemukan pada kehamilan triwulan awal, kista harus segera diangkat.

* Kista musinosum
Kista ini berisi cairan berupa lendir kental yang lengket. Bentuknya menyerupai ingus tapi sifat pelekatannya mirip kanji. Sama seperti serosum, kista musinosum pun akan membesar akibat adanya kehamilan. Oleh sebab itu, saat kista musinosum terdeteksi harus segera diangkat.
Penanganan kista musinosum pun mesti dilakukan dengan seksama agar tidak pecah. Bila pecah, maka cairan lem kanji akan membuat lengket organ-organ di dalam rongga perut. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa membuat usus saling menempel, dan kista semakin sulit diambil.

* Kista dermoid
Bentuk cairan kista ini seperti mentega. Kandungannya tak hanya berupa cairan tapi juga ada partikel lain seperti rambut, gigi, tulang atau sisa-sisa kulit. Teorinya, dermoid timbul dari sisa-sisa sel embrio yang terpental ke organ genital sewaktu yang bersangkutan masih dalam kandungan. Jadi kista ini merupakan bawaan sejak lahir dan bisa dialami pria atau wanita.
Seperti halnya kista musinosum, penanganan kista dermoid memerlukan kehati-hatian karena bila “meletus” selain cairannya membuat lengket, isi cairan di dalamnya, seperti rambut, gigi atau tulang, bisa masuk ke perut sehingga menimbulkan sakit luar biasa.

* Kista endometriosis
Kista ini berasal dari sel-sel selaput perut yang disebut peritoneum. Penyebabnya bisa karena infeksi kandungan menahun, misalnya keputihan yang tidak ditangani sehingga kuman-kumannya masuk ke dalam selaput perut melalui saluran indung telur. Infeksi tersebut melemahkan daya-tahan selaput perut, sehingga mudah terserang penyakit.
Gejala kista ini sangat khas karena berkaitan dengan haid. Seperti diketahui, saat haid, tidak semua darah akan tumpah dari rongga rahim ke liang vagina, tapi ada yang memercik ke rongga perut. Kondisi ini merangsang sel-sel rusak yang ada di selaput perut mengidap penyakit baru yang dikenal dengan endometriosis.
Karena sifat penyusupannya yang perlahan, endometriosis sering disebut kanker jinak. Ia tumbuh di seluruh lapangan perut dan pelan-pelan menyebar ke hampir semua organ tubuh misalnya usus, paru, hati, mata, otak, kulit, otot rahim, tetapi tempat bersarang yang paling sering adalah indung telur. Bentuk indung telur yang terkena endometriosis akan mengembang dan bertambah besar saat haid datang.
Tak heran kalau penderita endometriosis sering mengalami nyeri haid. Ini akibat indung telur yang membengkak saat haid. Begitu darah keluar rasa sakit biasanya akan berkurang. “Namun, bila sudah terjadi pelekatan di perut akan timbul sakit yang luar biasa. Seluruh tubuh, dari kepala hingga betis terasa seperti dipelintir.

Adenomiosis mirip dengan miom, tapi lokasi tumbuhnya di sela-sela otot rahim. Dibedakan dengan miom, karena asal-usulnya yang tidak sama. Adenomiosis, sebenarnya adalah endometriosis, tetapi tumbuhnya di rahim. Gangguan ini bisa diibaratkan memar pada petinju akibat pendarahan di antara jaringan ototnya. Biasanya penderita adenomiosis akan mengalami sakit luar biasa saat haid melebihi penderita endometriosis yang berlokasi di tempat lain.

.

Anak Autis



Autis pada Anak

Setiap tahun, angka kejadian autisme meningkat pesat. Data terbaru dari Centre for Disease Control and Prevention Amerika Serikat menyebutkan,  kini 1 dari 110 anak di sana menderita autis. Angka ini naik 57 persen dari data tahun 2002 yang memperkirakan angkanya 1 dibanding 150 anak.

Di Indonesia, tren peningkatan jumlah anak autis juga terlihat, meski tidak diketahui pasti berapa jumlahnya karena pemerintah belum pernah melalukan survei.
Menurut data resmi yang dikeluarkan pemerintah AS tersebut, disebutkan satu persen anak di sana kini menunjukkan beberapa gejala autisme, seperti gangguan berkomunikasi, bahasa, dan kemampuan kognitif, mulai dari yang ringan sampai berat.
Data ini juga menguatkan temuan berbagai studi yang menyebutkan gejala autis lebih sering terlihat pada anak laki-laki dibanding perempuan. Menurut data CDC ini, pada anak laki-laki prevelansinya naik 60 persen dibanding dengan data tahun 2002. Sementara pada anak perempuan hanya 48 persen.

Yang menarik untuk diketahui adalah mengapa kini makin banyak anak yang menderita autis? Yang pasti jawabannya tidak sederhana karena banyak faktor yang terlibat di dalamnya.
Berbagai studi menyatakan naiknya jumlah anak autis bisa dijelaskan lewat luasnya karateristik yang dipakai untuk menentukan diagnosa anak austis serta peningkatan akses informasi pada kondisi autis. Meski begitu, masih ada tanda tanya besar mengenai penyebab meningkatnya tren gangguan kondisi ini.
Beberapa penelitian menunjukkan, perubahan genetik merupakan penyebab gangguan autis. Namun beberapa pakar menyatakan kurang yakin dengan penjelasan ini. “Bila kita melihat peningkatan tren seperti ini, maka kita harus mulai mengarahkan fokus pada isu lingkungan,” kata Dr.Thomas Insel, direktur National Institute of Mental Health.

Karena kebanyakan gejala autis didiagnosa sebelum anak berusia dua tahun, kebanyakan pakar percaya bahwa faktor pencetusnya terjadi pada masa kehamilan atau pada bulan-bulan awal kehidupan bayi. Usia ibu yang terlalu tua saat hamil, selain juga paparan lingkungan yang dialami bayi, misalnya pola makan atau terjadinya infeksi pada bayi, diduga berpengaruh besar pada timbulnya autis.

Karena belum jelasnya penyebab penyakit ini, orangtua belum bisa menentukan tindakan preventif apa yang bisa dilakukan. Namun para ahli berpendapat terapi perkembangan terpadu sebaiknya langsung dilakukan begitu anak didiagnosa autis. Dengan terapi terpadu, diharapkan kemampuan anak dalam bersosialisasi dan berkomunikasi akan meningkat.
Kerjasama yang erat antara orangtua, terapis, dokter, psikolog, serta guru di sekolah diperlukan agar penanganan anak autis bisa lebih baik lagi.
 Sumber : Kesehatan Kompas



Tapi saat ini sudah ada teknologi di bidang kesehatan untuk membantu pemulihan autisme. Konsumsi 4Life Transfer Factor yang dapat mencerdaskan imun anak anda, sehingga autisme bisa hilang dari dirinya.

Buktikan sendiri khasiatnya! Lebih dari 3500 uji klinis dan laporan ilmiah telah dikeluarkan sehubungan dengan manfaat 4Life Transfer Factor bagi kesehatan manusia.


  
 4Life Transfer Factor Advance





 4Life Transfer Factor Chewable
.

Penyakit Jantung Koroner



Penyakit Jantung Koroner merupakan suatu kondisi dimana jantung tidak dapat bekerja dengan semestinya karena otot jantung mengalami kerusakan akibat kekurangan oksigen.

Penyebabnya?
Penyebab utamanya karena pembuluh darah yang menyempit/mengeras (Aterosklerosis).
faktor yang paling berperan adalah kenaikan kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein), Trigliserida, dan penurun kolestrol HDL (High Density Lipoprotein) yang disebut Dislipidemia.
Namun, perlu disadari pula bahwa ada beberapa kondisi juga yang memicu terjadinya penyakit jantung koroner, yaitu obesitas (kegemukan) dan gangguan pada gula darah.

Bagaimana pencegahan dan pengobatannya?
Konsumsi Transfer Factor secara teratur dapat mencegah berbagai penyakit “mampir” di tubuh kita. Diet teratur, olahraga yang cukup, makan makanan yang bergizi merupakan hal yang HARUS kita jalankan secara berkesinambungan. Transfer Factor sebagai pendidik sistem imun PALING UNGGUL dalam sejarah sains, mampu meningkatkan sistem imun kita dari bahaya serangan penyakit-penyakit jaman sekarang termasuk Penyakit Jantung Koroner ini.

Dalam mengatasi Penyakit Jantung Koroner, konsumsilah 4 jenis Transfer Factor berikut ini:

Jantung -www.thetransferfactorindonesia.com-

Asma

pasien asma


Sakit asthma (asma) adalah suatu penyakit paru-paru. Saluran udara pernafasan pada orang-orang dengan penyakit asma mempunyai kepekaan tinggi terhadap bahan-bahan allergen dan terhadap hal-hal lain yang bersifat irritans di udara yang disebut dengan irritan.

Gejala-gejala asma dimulai saat allergens atau bahan iritans masuk dan menyebabkan lapisan dari jalan udara (saluran udara) membengkak menjadi terinflamasi dan menjadi sempit. Otot-otot pada sekitar saluran udara dapat mengalami kejang, mengkerut dengan cepat, yang akan berakibat pada saluran udara menyempit bahkan lebih parah lagi. Pada saat lapisan saluran udara mengalami inflamasi, maka akan terjadi produksi lendir (mucus) yang berlebihan.

Mukus akan menyumbat jalan udara dan lebih lanjut akan menutup aliran udara. Hal ini disebut dengan serangan asma.

Solusi yang dapat diberikan adalah:

http://thetransferfactorindonesia.com

FAQ – 4Life Transfer Factor (TF)




Question (Q)


Q: Apakah yang dimaksud dengan TRANSFER FACTOR (TF) itu?

TF bukan Vitamin, Mineral, Enzim, Herbal, Kolostrum, Obat, Steroid, atau Hormon. TF adalah molekul-molekul kecil yang dapat ditemukan ditubuh semua mamalia (manusia, sapi, monyet, dsb) dan unggas. TF terdapat dalam kolostrum (kolostrum adalah susu awal yang terdapat 1 – 3 hari setelah induk/ibu melahirkan). Fungsi dari TF adalah untuk membawa informasi-informasi penting kepada system imun (system yang digunakan untuk menjaga/melawan bakteri-bakteri atau virus-virus).


Q: Bagaimana cara kerja TRANSFER FACTOR ?
  • TRANSFER FACTOR membawa informasi untuk mendidik system imun akan bahaya setiap potensial penyakit atau penyakit yang sedang diderita.
  • TRANSFER FACTOR mempersenjatai system immune dan juga menggerakan mereka untuk melawan setiap bakteri / virus berbahaya.
  • TRANSFER FACTOR membantu system immune manusia untuk menyimpan memory-memory yang didapat untuk melawan setiap virus dan bakteri yang pernah menyerang tubuh kita, dan akan menggunakan memory tersebut untuk menghadapi virus dan bakteri yang sama di masa depan.
  • TRANSFER FACTOR sebagai modular system immune. Artinya bila system immune manusia terlalu aktif (e.g. autoimmune disorder), maka TRANSFER FACTOR akan menenangkan sehingga kembali normal. Sebaliknya ketika tubuh kita kekurangan system immune, maka TRANSFER FACTOR akan meningkatkan sehinggal kembali normal.


Q: Bagaimana TRANSFER FACTOR ditemukan ?

Pada tahun 1949 seorang dokter bernama Dr. H. Sherwood Lawrence melakukan penelitian bahwa suatu immune dapat di donorkan melalui pengekstrasian sel darah putih. Oleh karena itu dia melakukan pada 2 pasien TBC ; pada waktu itu ia menemukan bahwa sel darah putih (limfosit) pada seorang pasien yang telah sembuh dari TBC dapat dipindahkan kepada pasien yang masih terjangkit TBC. Namun, donor darah hanya dapat terjadi antar individu dengan jenis darah yang sama, oleh karena itu, ia memutuskan untuk memisahkan limfosit menjadi beberapa fraksi. Juga ia menemukan fraksi-fraksi dengan moleku yang sangat kecil dimana mereka dapat mentransfer sensitivitas tuberkulin ke orang lain. Molekul-molekul ini ia beri nama “Transfer Factor”.


Q: Mengapa TRANSFER FACTOR diambil dari kuning telur ayam dan kolostrum sapi ?

Kolostrum adalah cairan pra-susu yang dikeluarkan oleh induk mamalia dalam 6-48 jam pertama setelah melahirkan. Dalam suatu penelitian menyebutkan bahwa setiap anak sapi yang baru lahir dan tidak mendapatkan susu sapi dari induknya akan mati. Hal ini membuat para peneliti berkeyakinan bahwa induk sapi mentrasferkan informasi system immune ke tubuh anak sapi, dimana informasi system immnue tersebut ada di susu sapi. Hal ini juga yang terjadi pada setiap unggas dimana unggas-unggas tersebut akan memberikan immune ke anaknya.
Selain itu, sapi mempunyai kolostrum lebih banyak dibanding dari manusia. TF juga bersifat not species specific, yang berarti ia bisa ditransferkan ke sesama mamalia ; bisa ditransferkan ke manusia walaupun sumbernya bukan dari manusia. Sapi juga lebih banyak mengenal virus, bakteri, jamur, hama, debu, dsb ; dikarenakan lingkungan tinggal sapi lebih kotor dibanding dari manusia sehingga sistem imunnya lebih kuat dibanding dengan manusia.


Q: Bila TF didapat dari kolostrum sapi, bagaimana dengan orang-orang yang alergi terhadap susu “Lactose Intolerant”, apakah berbahaya bila mereka mengkonsumsi TF ?

Tidak. Hal ini dikarenakan TF tidak mengandung susu, gula susu (Lactose). Sistem esktraksi yang canggih milik 4Life research yang bisa membuat seperti itu. Yang terdapat didalam TF hanyalah murni “Immune IQ” saja.


Q: Adakah kemungkinan TF tertular oleh kuman sapi gila (mad cow disease) ?

Tidak. Dikarenakan para ahli telah mengesahkan bahwa kuman BSE (Bovine Spongiform Encephalopathy) tidak masuk ke saluran mammari kolostrum. Pemeriksaan juga dilakukan pada semua sapi yang terjangkit penyakit sapi gila, ditemukan tidak ada satupun susu dari sapi tersebut yang terjangkit dengan penyakit sapi gila ini. Para ilmuwan juga mendapatkan bahwa efek jangkitan kuman pada tahap terakhir berada pada otak dan tulang belakang sapi ; hal ini menyimpulkan tidak ada susu dari sapi gila tersebut yang terjangkit kuman penyakit sapi gila.


Q: Apakah Quality Control dan mutu dari hewan-hewan yang digunakan 4life baik ?

Ya. Dikarenakan TF diperoleh melalui proses mikrofiltrasi khusus yang dipatenkan. Kolostrum diambil dalam 24 – 48 jam pertama setelah induk sapi yang baru melahirkan menyusui anak sapi yang baru lahir. Waktu itulah yang paling baik dalam pengambilan kolostrum sebagai bahan pengekstrasian TF.
Kolostrum tersebut kemudian dipasteurisasi (menggunakan mesin mikrofiltrasi dan dikeringkan menjadi bubuk. Proses selanjutnya adalah microbial testing dan bilogical assay pada bubuk tersebut untuk memastikan kandungannya. proses yang sama juga dilakukan pada kuning telur (setelah dipisahkan dari putih telurnya). Proses ini kemudian dipatenkan secara international dengan nomor 4.816.563 dan 6.486.534.


Q: Apakah saya perlu mengkonsumsi, sedangkan saya juga mengkonsumsi suplemen kesehatan lain: vitamin herbal, enzim, dll ? 

Ya. Karena fungsi antara suplemen kesehatan (vitamin, herbal, enzim, dll) berbeda dengan TF. Suplemen kesehatan tersebut hanya memberikan zat-zat pada sel, sedangkan TF memberikan informasi kepada sistem imun untuk mengenal dan mengalahkan musuh-musuhnya.


Q: Apakah saya bisa mengkonsumsi TF ; sedangkan saya juga sedang mengkonsumsi obat dokter ???

Ya. Dengan penjelasan dari TF itu sendiri ; TF tidak bertentangan dengan obat dokter. Sebaliknya, mempercepat proses penyembuhan dikarenakan TF mendidik system imun, dimana system imun tersebut yang akan membantu obat untuk mengalahkan virus-virus / bakteri-bakteri penyebab penyakit.


Q: Bagaimana dengan wanita hamil, apakah aman mengkonsumsi TF ?

Ya. Tidak ada laporan dari pengguna selama ini pada pengkonsumsi TF ketika mereka sedang hamil. Namun, tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter pribadi terlebih dahulu. TF advance plus tidak dianjurkan dikonsumsi oleh wanita hamil.


Q: Adakah kondisi tertentu sehingga orang tersebut dilarang mengkonsumsi TF ??

Ya. Kondisi dimana orang tersebut sudah mendapatkan transplantasi organ ke dalam tubuhnya: jantung, kornea. Hal ini dikarenakan sifat TF tersebut, yaitu sifat mengenali benda asing didalam tubuh yang bukan berasal dari tubuh asli dianggap sebagai musuh. Hal ini menyebabkan TF akan menyerang organ transplantasi tersebut, dikarenakan TF akan menganggap organ tersebut sebagai musuh dan harus dimusnahkan.


Q: Adakah usia-usia tertentu yang tidak boleh mengkonsumsi TF ??

Tidak. Dikarenakan TF adalah produk alami ; sehingga aman dikonsumsi dari bayi hingga orang dewasa.


Q: Pada saat kapan kita harus mengkonsumsi TF ?

Setiap hari. Dikarenakan tubuh kita memproduksi sel-sel imun baru setiap harinya ; namun sistem-sistem imun tersebut belum mendapatkan bekal informasi untuk melawan musuh. Oleh karena itu, kita perlu memberikan pendidikan terhadap sistem imun baru tersebut menggunakan TF.

.

4Life

Together Building People

http://thetransferfactorindonesia.com
http://thetransferfactorindonesia.com
http://thetransferfactorindonesia.com
http://thetransferfactorindonesia.com
http://thetransferfactorindonesia.com
http://thetransferfactorindonesia.com
http://thetransferfactorindonesia.comhttp://thetransferfactorindonesia.com
http://thetransferfactorindonesia.com
http://thetransferfactorindonesia.com
http://thetransferfactorindonesia.com
http://thetransferfactorindonesia.com
http://thetransferfactorindonesia.com
http://thetransferfactorindonesia.com
http://thetransferfactorindonesia.com
http://thetransferfactorindonesia.com

http://thetransferfactorindonesia.com

 Call :

::: HARYANTO :::


0818 0470 8900,
0812 8056 5099,
Pin BB : 26EA5BE0

Tears in Heaven (Eric Clapton)

Would you know my name
If I saw you in heaven
Will it be the same
If I saw you in heaven
I must be strong, and carry on
Cause I know I don't belong
Here in heaven

Would you hold my hand
If I saw you in heaven
Would you help me stand
If I saw you in heaven
I'll find my way, through night and day
Cause I know I just can't stay
Here in heaven

Time can bring you down
Time can bend your knee
Time can break your heart
Have you begging please
Begging please


Beyond the door
There's peace I'm sure.
And I know there'll be no more...
Tears in heaven

Would you know my name
If I saw you in heaven
Will it be the same
If I saw you in heaven
I must be strong, and carry on
Cause I know I don't belong
Here in heaven

Cause I know I don't belong
Here in heaven

.